CaraMenghitung Jumlah Gulungan Per Volt GPV Trafo. A = (R2 - R1) x H. Dimana : R2 = Jari-jari luar. R1 = Jari-jari dalam. H = Tinggi Kern. Menentukan Jumlah Gulungan Primer Dan Sekunder. Pada trafo kecil, GPV dapat mencapai lebih dari 10 GPV. Artinya, untuk mendapatkan 1 volt, diperlukan 10 gulungan kawat tembaga. Bukanberarti saya sok pintar, Di karnakan banyaknya pertanyaan dari shobat pemula yang ingin bikin trafo sendiri akan tetapi kesulitan mencari ukuran kawatnya yang secara detail yang sangat sulit di mengerti bagi shobat pemula,banyak tulisan yang sulit di mengerti misal tabel yang sangat sulit di mengerti bagi pemula akan tetapi tidak ada jeleknya membaca tabel yang ada untuk menambah ilmu meskipun belum faham lama lama akan mengerti juga, bicara soal belajar tentu tidak ada habisnya, ayo Sehingga efisiensi trafo adalah: ɳ = (Vs x Is / Vp x Ip) x 100% ɳ = (12V x 3A / 220V x 0,2A) x 100% ɳ = 36 W / 44 W x 100% ɳ = 0,818 x 100% ɳ = 82% Sehingga efisiensi trafo tersebut adalah 82%. Soal 2 Diketahui sebuah trafo memiliki tegangan input 220V dengan arus 0,5A. Sedangkan tegangan output trafo adalah 32V. 1Menentukan besar Trafo / daya Trafo yang akan dibuat. Setelah menetapkan ukuran (daya) Trafo yang akan dibuat, kita bisa menentukan ukuran inti yang dibutuhkan, Diameter kawat primer antara 0,4 - 0,45 mm . namun sebagai tahap awal saya sarankan gunakan dulu ukuran kawat primer 0,40mm, dengan pertimbangan anda belum mahir menyusun Langkahlangkah membuat Trafo. 1.Menentukan besar Trafo / daya Trafo yang akan dibuat. Setelah menetapkan ukuran (daya) Trafo yang akan dibuat, kita bisa menentukan ukuran inti yang dibutuhkan, 2.Menentukan Tegangan Primer (masuk) dan tegangan skunder (keluar). sebagai pedoman untuk menentukan diameter kawat yg akan kita gunakan. C7RCK. Hai sobat enginer, kali ini kita akan membahas tentang prosedur /proses langkah demi langkah dalam pembuatan trafo trafo EI atau trafo kotak. Sebelum membuat sebuah trafo, kita harus tau dulu untuk apa trafo toroid itu nanti akan digunakan, apakah untuk perangkat elektronik atau untuk mengelas, selain itu juga kita harus menentukan berapa kva nanti kita akan membuat trafo toroid. Sebagai contoh, misalkan kita akan membuat trafo EI / kotak untuk power amplifier, kalian bisa menentukan daya trafo yang dibutuhkan di artikel Cara menentukan daya trafo yang dibutuhkan. Setelah kita mendapatkan daya yang dibutuhkan, Misalkan Daya 2Kva, Trafo 20A CT 50V . Kemudian kita cari ukuran trafo yang sesuai dengan cara sebagai berikut Diketahui Daya Sekunder Ps = 2 Kva = 2000 va Daya Primer Pp = 1,1 x Ps = 2200 va Kemudian kita hitung luas penampang inti besinya Aeff = √Pp = √2200 Aeff = 46,9 cm2 Kemudian kita hitung lebar inti besi dalam tabel lebar inti besi ="B" b = √Aeff / 1,3 = √46,9 / 1,3 = 6,85 /1,3 = 5,27 cmKita sudah mendapat ukuran inti besinya 5,27 cm, jika kita lihat kedalam tabel ukuran yang paling mendekai adalah 5,4 pada EI-162. Gambar 1. Perhitungan Trafo Kotak Setelah mendapat ukuran inti besinya kemudian kita cari ketebalan inti besi h yang diperlukan untuk membuat trafo. h = Aeff / b = 46,9 / 5,27 = 8,9 cm Jadi ukuran koker trafo nanti adalah P x L = 8,9 cm x 5,27 cm Kemudian kita cari nilai GPV / Gulungan per Volt nya. Aeff = b x h GPV = f/Aeff = 50 hz/46,9 =1,07 lilit Kemudian kita cari jumlah lilitan primer Np dan Jumlah lilitan sekunder Ns Np = V x GPV = 220 V x 1,07 = 235,4 dibulatkan 236 lilit Ns = V x GPV = 100 V x 1,07 = 107 lilit Gambaran lilitan sekunder 50V >>53,5 lilit >> CT << 53,5 lilit << 50 V Untuk menentukan diameter kabel bisa dilihat di cara menentukan diameter kawat primer dan sekunder trafo. Sekian dulu sharing dari saya, mohon maaf jika ada kesalahan, dan Semoga bermanfaat buat kita semua. "Carilah dia yang mau menerima keadaanmu, keluargamu dan pekerjaanmu. Sejatinya kebahagiaan itu tentang kebersamaan dan slalu bersyukur." Panduan rumus menghitung lilitan trafo step up dan step down. Trafo merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk memindahkan daya listrik dari satu rangkaian ke rangkaian lainnya tanda pada hubungan secara fisik. Pemindahan daya listrik yang dilakukan oleh trafo terjadi akibat adanya mekanisme ggl listrik yang menghasilkan tegangan induksi pada lilitan sekunder. Bagian utama dari sebuah desain trafo adalah inti trafo dan lilitan atau kumparan. Jumlah kumparan pada trafo umumnya dua buah kumparan primer dan kumparan sekunder. Perbandingan jumlah lilitan antara kedua kumparan tersebut menghasilkan tegangan induksi sekunder yang bervariasi. Ada rumus baku yang bisa digunakan untuk mendapatkan besar tegangan dan arus sekunder yang diinginkan. Di artikel ini kita akan membahas rumus menghitung lilitan trafo agar menghasilkan tegangan sesuai dengan keinginan kita. Pengertian trafo dan cara kerjanyaPenjelasan rumus menghitung lilitan trafo Menghitung lilitan trafo step upMenghitung lilitan trafo step downRumus daya listrik pada trafoRumus arus listrik pada trafo Pengertian trafo dan cara kerjanya Trafo atau transformator adalah komponen atau perangkat elektronika yang berfungsi untuk menghasilkan tegangan induksi AC. Trafo dapat dengan mudah kita temukan pada berbagai rangkaian dan peralatan elektronika di sekitar kita. Karena trafo merupkan komponen utam di dalam sistem sirkuit power supply yang menyediakan sumber tegangan untuk rangkaian. Prinsip kerja trafo didasarkan pada hukum induksi elektromagnetik yang dikemukakan oleh Michael Farrady. Secara umum, trafo memiliki dua buah kumparan yang dililit pada satuinti yang sama. Kedua kumparan tersebut adalah kumparan primer yang terhubung dengan sumber listrik AC dan kumparan sekunder yang menghasilkan listrik induksi AC. Ketika kumparan primer dihubungkan dengan sumber lilstrik AC, maka pada sisi kkumparan sekunder yang dililit pada inti yang sama akan muncul tegangan induksi. Tegangan induksi ini muncul sebagai perlawanan terhadap medan magnet yang terbentuk di sekitar kumparan. Besar tegangan induksi yang muncul ini akan dipengaruhi oleh perbandingan jumlah lilitan antara primer dan sekunder. Kita akan akan belajar cara menghitung tegangan induksi yang muncul ini menggunakan rumus trafo. Perbandingan jumlah lilitan dan tegangan antara kumparan primer dan kumparan sekunder pada trafo dinyatakan dalam rumus berikut ini \frac{N_p}{N_s} = \frac{V_p}{V_s} Dimana N adalah jumlah lilitan dan V adalah tegangan listrik. Dari rumus diatas kita bisa menghasilkan variasi tegangan sekunder yang berbeda dengan cara mengubah jumlah lilitan pada kumparan sekunder trafo. Berdasarkan besar tegangan sekunder yang dihasilkan, trafo dapat dibagi menjadi dua macam Trafo step up. Tegangan sekunder lebih besar dari tegangan step down. Tegangan sekunder lebih kecil dari tegangan primer. Menghitung lilitan trafo step up Trafo step up berfungsi untuk menaikkan tegangan listrik hingga beberapa kali lipat. Ciri dari trafo step up adalah jumlah lilitan sekunder lebih banyak dibandingakan jumlah lilitan primer. Jenis trafo ini banyak digunakan pada jaringan distribusi listrik PLN dan sirkuit inverter. Berikut ini cara menghitung jumlah lilitan pada trafo step up Contoh Soal 1. Hitung jumlah lilitan sekunder yang dibutuhkan untuk menghasilkan tegangan listrik sebesar 220 volt jika jumlah lilitan primer 60 lilitan dan tegangan primer 12 Volt ? Jawab N_s= \frac{N_p\times V_s}{V_p} = \frac{60\times 220}{12}= 1100 Jadi jumlah lilitan sekunder adalah 1100 lilitan. Contoh Soal 2. Sebuah trafo step up dengan jumlah lilitan sekunder sebanyak 300 lilitan dan tegangan sekunder 90 volt. Hitung berapa jumlah lilitan primer yang dibutuhkan jika tegangan primernya adalah 6 volt ? Jawab N_p=\frac{N_s\times V_p}{V_s} = \frac{300\times 6}{90}= 20 Jadi jumlah lilitan primernya adalah 20 lilitan. Menghitung lilitan trafo step down Trafo step down adalah trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik. Besar tegangan listrik induksi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder trafo lebih kecil dibandingkan tegangan pada kumparan primer trafo. Jenis trafo ini banyak digunakan pada perangkat elektronika di bagian power supplai atau regulator tegangan. Ciri dari trafo step down adalah jumlah lilitan kawat pada kumparan sekunder lebih sedikit daripada jumlah lilitan pada kumparan primer. Berikut ini contoh menggunakan rumus menghitung lilitan trafo step down. Contoh Soal 1. Berapa jumlah lilitan sekunder yang dibutuhkan untuk untuk membuat trafo step down yang menghasilkan tegangan sekunder 48 volt jika jumlah lilitan primernya sebanyak 200 lilitan dan dengan tegangan primer 220 volt ? Jawab N_s= \frac{N_p\times V_s}{V_p} = \frac{200\times 48}{220}= 43,6 Jadi jumlah lilitan sekundernya adalah sekitar 43,6 atau 44 lilit. Contoh Soal 2. Berapa tegangan sekunder yang dihasilkan trafo step down yang memiliki jumlah lilitan primer sebanyak 120 lilitan dan lilitan sekunder sebanyak 30 lilitan jika tegangan primernya 230 volt ? Jawab V_s= \frac{V_p\times N_s}{N_p} = \frac{230\times 120}{30} = 61,75 V Rumus daya listrik pada trafo Daya listrik yang dipindahkan oleh trafo tidak mengalami penurunan yang signifikan. sehingga dapat dikatakan besar daya listrik pada kumparan primer sama dengan daya listrik yang dihasilkan oleh kumparan sekunder. Karena daya listrik merupakan hasil dari tegangan dan arus listrik maka dapat dinyatakan dalam rumus daya listrik pada trafo adalah P_p = P_s \\ V_p\times I_p = V_s\times I_s Dimana P adalah daya listrik dalam satuan Watt WV adalah tegangan dalam satuan Volt V I adalah arus listrik dalam satuan Ampere A Contoh Soal Sebuah trafo step down menghasilkan daya induksi pada kumparan sekunder sebesar 60W pada tegangan terukur 12 volt. Hitung berapa arus yang mengalir pada kumparan primer jika tegangan primernya adalah 220 volt ? Jawab Karena daya sekunder adalah sama dengan daya primer maka I_p = \frac{P_s}{V_p} = \frac{60}{220}= 0,28 A Rumus arus listrik pada trafo Seperti sudah dijelaskan sebelumnya, daya listrik yang dipindahkan oleh trafo adalah sama. Akan tetapi besar arus yang mengalir pada kedua kumparan belum tentu sama. Besar arus listrik pada kumparan sekunder dipengaruhi oleh besar tegangan yang dihasilkan oleh kumparan tersebut. Besar tegangan dan arus listrik pada trafo akan dipengaruhi oleh perbandingan jumlah lilitan primer dan sekunder trafo. Perbandingan arus listrik pada kumparan primer dan sekunder trafo berbanding terbalik dengan jumlah lilitan pada kedua kumparan trafo tersebut. Hal ini dapat dinyatakan dalam rumus seperti dibawah ini \frac{N_p}{N_s} = \frac{I_s}{I_p} Contoh Soal Hitung arus listrik yang mengalir pada kumparan sekunder trafo jika jumlah lilitan primer trafo tersebut adalah 160 lilitan dan kumparan sekundernya 20 lilitan, sementara arus listrik pada kumparan primer terukur 0,5 Ampere ? Jawab I_s =\frac{N_p\times Ip}{N_s}= \frac{160 \times 0,5}{20} = 4 A Besar arus listrik yang mengalir pada kumparan trafo akan mempengaruhi pemilihan diameter kawat yang digunakan sebagai kumparan. Gunakan kawat dengan diameter yang tepat sesuai dengan beban arus yang akan melewatinya agar tidak mudah putus atau terbakar. Pemilihan kawat yang digunakan untuk membuat kumparan trafo pada akhirnya akan mempengaruhi desain bentuk trafo itu sendiri, baik ukuran maupun beratnya. Demikian pembahasan rumus menghitung lilitan trafo untuk mendapatkan besar tegangan dan arus listrik yang sesuai dengan keinginan kita. – Cara Menghitung Jumlah Gulungan Per Volt GPV Trafo. Sebelum mulai merancang trafo, diperlukan rumus GPV, luas penampang dan ukuran kawat untuk dapat memesan bahan baku yang akan dipakai. Penggunaan rumus yang tidak tepat akan menyebabkan trafo yang dirancang tidak memenuhi persyaratan dari segi temperatur dan outputnya. Cara Menghitung Jumlah Gulungan Per Volt GPV Trafo GPV artinya jumlah gulungan yang diperlukan oleh sebuah trafo untuk menghasilkan satu volt sesuai dengan luas penampang kern yang dipakai. Biasanya semakin besar luas penampang kern, angka GPV Gulungan Per Volt akan semakin kecil. Artinya jumlah gulungan yang diperlukan untuk mendapatkan 1 volt akan semakin kecil. Rumus Untuk Menghitung GPV GPV = 1/ x A x Material Magnetic Flux Density x f Dimana A = Luas Penampang Kern cm2 Material Magnetic Flux Density = tergantung jenis material. Makin tinggi makin bagus. f = frekuensi kerja 50 Hz atau 60 Hz Agar lebih mudah dipahami, perhatikan contoh di bawah ini Contoh Tinggi Kern 2 cm Tebal kern r2-r1 2 cm A=2×2= 4cm2 Bahan Flux Density Maka GPV= 1/ x 4 x 50 GPV= 1/ GPV = ~ 10 Lilit per volt Rumus Menghitung Luas Penampang Kern Luas Penampang Kern dapat di hitung dengan mengalikan p x l Jika kern berbentuk EI, maka A = p x l p = panjang dalam cm l = lebar dalam cm Atau dalam gambar A = H x R2-R1 Sedangkan jika berbentuk toroid, maka rumusnya menjadi Cara Menghitung Jumlah Gulungan Per Volt GPV Trafo A = R2 – R1 x H Dimana R2 = Jari-jari luar R1 = Jari-jari dalam H = Tinggi Kern Menentukan Jumlah Gulungan Primer Dan Sekunder Pada trafo kecil, GPV dapat mencapai lebih dari 10 GPV. Artinya, untuk mendapatkan 1 volt, diperlukan 10 gulungan kawat tembaga. Ini juga berarti memerlukan 2200 gulungan untuk mendapatkan 220 volt. Perhatikan contoh perhitungan berikut ini. Trafo Yang akan dirancang memiliki input 220Volt dan output 40 volt. GPV = 10. Input Trafo 220 Volt Output Trafo 40 Volt. Maka jumlah gulungan pada bagian primer Np = Vp x GPV Np = 220 x 10 Np = 2200 gulung Sedangkan jumlah gulungan sekunder adalah Ns = Vs x GPV Ns = 40 x 10 Ns = 400 Gulung Berikut ini merupakan program untuk membantu menghitung jumlah gulungan secara online. Setelah mengetahui cara menghitung jumlah gulungan per volt GPV Trafo, tahap pertama untuk merancang trafo sudah selesai. Selanjutnya adalah menghitung ukuran kawat yang akan dipergunakan untuk membuat trafo tersebut. Khusus untuk bagian kedua tersebut, bisa dibaca pada bagian artikel mengenai hal terkait. Ukuran diameter kawat sangat mempengaruhi jumlah lilitan setiap trafo. Baca juga tentang pengaruh ukuran kawat terhadap GPV trafo toroid. Related

cara menentukan ukuran kawat trafo