Fika sudah menjadi adek saya, dan bagian tanggung jawab saya juga untuk bisa memberi bimbingan belajar kepadanya", ungkap Wawan. Dansatgas Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis S.A.P., M.Han yang juga selaku Komandan Kodim (Dandim) 0420/Sarko, membenarkan adanya kegiatan Prada Wawan memberi bimbingan belajar kepada cucu Bapak Ngadirin, ini
Masingmasing bagian mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri dan tanggung jawab utama terletak di tangan Kapten kapal selaku pimpinan pelayaran. Mualim 2/Second Officer/Second Mate bertugas membuat jalur/route peta pelayaran yg akan di lakukan dan pengatur arah navigasi. Mualim 3/Third Officer/Third Mate bertugas sebagai pengatur
jawabnyasendiri dan tanggung jawab utama terletak ditangan kapten kapal Perwira Deck Departement, terdiri dari : 1) Kapten atau Nakhoda atau Master adalah pimpinan dan penanggungjawab pelayaran. 2) Mualim 1 atau Chief Officer atau Chief Mate bertugas mengatur Tugas dan tanggung jawab Juru masak di atas kapal yaitu : . (:
TUGASDAN TANGGUNG JAWAB PERWIRA MUALIM 2 DI ATAS KAPAL/duties and responsibilities second officerapa aja Tugas dan Tanggung Jawab mualim 2 / second officer
SPVkeuangan adalah jabatan terpenting dalam sebuah perusahaan, pasalnya sebagai ujung tombak yang berkaitan erat dengan keuangan. Peran, tugas dan tanggung jawab SPV keuangan dapat beragam, tergantung pada ukuran dan kompleksitas suatu perusahaan. Tetapi, secara umum tugas SPV keuangan yaitu mengecek dan mengontrol transaksi akuntansi pada
TUGASDAN TANGGUNG JAWAB MUALIM JAGA 1. Menjaga keamanan dan keselamatan kapal, penumpang, muatan antara lain : menentukan posisi kapal secara rutin, melashing muatan dan lain - lain. 2. Menjalankan perintah Nakhoda antara lain : tidak dikenankan meninggalkan anjungan tanpa diganti mualim yang lain atau Nakhoda, pada lazimnya Nakhoda telah
2 Mualim 2 atau second officer. Mualim 2 atau second officer memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab, diantaranya: Mengoreksi atau memelihara peta laut dan juga melakukan update publikasi pelayaran. Melakukan dinas jaga dan bertanggung jawab terhadap nakhoda. Membuat noon report. Mualim 2 selain disebut dengan second officer, juga sering
Tugasdan Tanggung Jawab Pekerjaan Kadet Deck. By. admin leo - December 18, 2020. 0. 353. views. Share on Facebook. mereka juga patut mempelajari profesi dan tugas-tugas seorang perwira layak dengan departemennya. Akan melainkan walaupun menjalankan praktik patut selama 12 bulan, para taruna atau kadet hal yang demikian konsisten patut
ApaTugas Dan Tanggung Jawab Chief Officer? Chief Officer, disebut juga Mualim 1 yang bertanggung jawab untuk memimpin semua kru kapal dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Second Officer, disebut juga Mualim 2 yang bertanggung jawab terkait alat navigasi kapal, perencanaan perjalanan, perlengkapan radio hingga kelengkapan medis.
3) Mualim II sebagaimana dimaksud pada ayat (1) bertanggung jawab kepada Nakhoda. Pasal 11 (1) Mualim III sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2) huruf d merupakan pembantu Mualim I dan II selama Kapal Pengawas Perikanan berlayar, saat berlabuh dan/atau bersandar. (2) Tugas Mualim III sebagaimana dimaksud pada ayat (1), meliputi: a.
Tanggungjawab seorang mualim / nakhoda di atas kapal Tugas jaga di laut adalah pengaturan dinas jaga laut di kapal dilaksanakan sebagai berikut : Jam 00.00 - 04.00 Jaga larut malam (Dog Watch) -Mualim II; Jam 04.00 - 08.00 Jaga dini hari (Morning Watch) -Mualaim I dan IV
2 Tugas dan Tanggung Jawab Site Coordinator - Site coordinator adalah seseorang yang bertugas memeriksa setiap pekerjaan di lapangan secara mendetail. Secara umum, site coordinator merupakan seseorang yang bertanggung jawab dalam perencanaan teknis dan mengatur jalannya pekerjaan di suatu perusahaan. Dalam profesi ini, biasanya pekerjaannya
Mualim3 atau Third Officer bertugas mengatur, memeriksa, memelihara semua alat-alat keselamatan kapal dan pengaturan arah navigasi, Markonis atau Radio Officer bertugas sebagai operator radio dan komunikasi kapal. Serta memiliki tanggung jawab untuk menjaga keselamatan kapal dari kondisi darurat yakni terhempas badai, tabrakan, dan karam. 4.
MualimIII adalah seorang pelaut berlisensi yang bertugas di departemen dek pada kapal niaga. Mualim III adalah petugas jaga laut dan biasanya merupakan perwira keselamatan di atas kapal. Mualim III adalah jabatan tertinggi keempat di atas kapal (atau kelima di sejumlah kapal samudera).Jabatan ini merupakan junior dari mualim II.Tugas lain yang harus dikerjakan oleh mualim III tergantung pada
Tanggungjawab seorang mualim / nakhoda di atas kapalTugas jaga di laut adalah pengaturan dinas jaga laut di kapal dilaksanakan sebagai berikut :Jam 00.00 - 04.00 Jaga larut malam (Dog Watch) -Mualim IIJam 04.00 - 08.00 Jaga dini hari (Morning Watch) -Mualaim I dan IVJam 08.00 - 12.00 Jam jaga pagi hari (Forenoon Watch) -Mualim IIIJam 12.00 - 16.00 Jam jaga siang hari (Afternoon Watch) -Mualim
XPvs. Sebagai seorang pelaut berlisensi, mualim II memegang peran penting dalam departemen dek pada kapal niaga. Mualim II adalah jabatan tertinggi ketiga di atas kapal atau keempat di sejumlah kapal pelayaran samudera dan merupakan salah satu perwira jaga, terutama sebagai navigator kapal. Selain itu, mualim II juga seringkali bertindak sebagai perwira medis dan bertanggung jawab merawat peralatan sinyal bahaya. Pada kapal tanker minyak, mualim II juga membantu mualim I dalam operasi II merupakan seorang perwira navigator di kapal niaga yang bertugas dalam departemen dek. Mualim II bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan pelayaran dan operasi kapal yang efektif. Pada kapal niaga, mualim II memegang peran yang penting dalam membuat rencana pelayaran dan memastikan semua peralatan keselamatan kapal berfungsi dengan dan Peran Mualim IISebagai perwira navigator, tugas mualim II terutama fokus pada pembuatan rencana pelayaran kapal. Rencana pelayaran adalah sebuah deskripsi komprehensif dan bertahap mengenai bagaimana rute pelayaran kapal dari satu tempat ke tempat lain. Rencana tersebut meliputi pelepasan dari dok, keberangkatan, rute pelayaran, pendekatan, dan penambatan di pelabuhan itu, mualim II juga bertanggung jawab untuk memastikan semua peralatan keselamatan kapal berfungsi dengan baik dan diperawat secara teratur. Peralatan keselamatan meliputi Emergency Position-Indicating Radio Beacon, sebuah unit NAVTEX, konsol INMARSAT, berbagai radio, Search and Rescue Transponder, dan sistem Digital Selective lain mualim II bervariasi, tergantung pada jenis kapal dan perusahaan pelayaran yang dijalankan. Pada kapal tanker minyak, misalnya, mualim II juga membantu mualim I dalam operasi kargo. Selain itu, mualim II juga dapat bertindak sebagai perwira medisMualim II juga dapat bertindak sebagai perwira medis pada kapal niaga. Dalam kapal, terutama pada kapal yang melakukan perjalanan jarak jauh, penyakit dan cedera dapat terjadi kapan saja. Sebagai perwira medis, tugas mualim II adalah memberikan perawatan pertama pada awak kapal yang mengalami cedera atau sakit. Mualim II juga bertanggung jawab untuk merawat obat-obatan dan peralatan medis di itu, mualim II juga bertugas dalam menjaga peralatan sinyal bahaya. Peralatan ini sangat penting karena digunakan untuk memberikan sinyal darurat jika kapal mengalami masalah atau terancam kecelakaan. Mualim II bertanggung jawab memastikan bahwa peralatan sinyal bahaya selalu berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam situasi kapal tanker minyak, tugas mualim II juga mencakup membantu mualim I dalam operasi kargo. Mualim II bertanggung jawab untuk memastikan bahwa operasi pengisian minyak dilakukan dengan aman dan efisien. Mualim II juga harus memastikan bahwa kapal memiliki jumlah minyak yang tepat dan distribusinya dilakukan dengan terpenting mualim II adalah sebagai navigator kapal. Mualim II bertanggung jawab dalam membuat rencana pelayaran kapal. Rencana tersebut meliputi penentuan rute kapal, kecepatan, jarak tempuh, dan pengaturan navigasi untuk mencapai tujuan dengan aman dan efisien. Mualim II juga harus memastikan bahwa kapal menghindari rintangan atau bahaya lain yang mungkin mengancam keselamatan perwira GMDSS, mualim II juga bertanggung jawab untuk menjaga peralatan Global Maritime Distress Safety System GMDSS kapal. Peralatan ini sangat penting untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal. Mualim II harus memastikan bahwa peralatan GMDSS selalu berfungsi dengan baik dan siap digunakan dalam situasi keseluruhan, tugas-tugas mualim II sebagai perwira kapal niaga sangatlah penting. Mualim II bertanggung jawab untuk memastikan keselamatan kapal dan awak kapal, serta memastikan bahwa kapal mencapai tujuan dengan aman dan efisien. Oleh karena itu, seorang mualim II harus memiliki keahlian dan pengetahuan yang luas dalam bidang navigasi, keselamatan kapal, dan perawatan medis.
0% found this document useful 0 votes2K views5 pagesOriginal TitleTugas dan Tanggung jawab Mualim Jaga Pada saat kapal berlayarCopyright© © All Rights ReservedShare this documentDid you find this document useful?0% found this document useful 0 votes2K views5 pagesTugas Dan Tanggung Jawab Mualim Jaga Pada Saat Kapal BerlayarOriginal TitleTugas dan Tanggung jawab Mualim Jaga Pada saat kapal berlayarJump to Page You are on page 1of 5 You're Reading a Free Preview Page 4 is not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
Tugas dan Tanggung Jawab perwira Kapal Mualim 1 Tugas dan Tanggung Jawab perwira Kapal Mualim 1 Sebagai perwira di kapal kita harus pandai mengatur pekerjaan dan mengatur anak buah yang otomatis kita sebagai pimpinanya dan itu Tugas dan Tanggung Jawab perwira Kapal Mualim 1 ke nakhoda itu sudah jadi peraturan umumnya bukan aturan yang kita buat dan Tanggung Jawab perwira Kapal Mualim 1 ke nakhoda untuk menjalani peraturan yang ada ,karna semua yang terjadi di atas kapal harus di ketahui nakhoda untuk membuat laporan ke perusahaan atau ke badan pemerintah yang terkait. Manajemen Personil Mualim I bertanggung Jawab atas umum di atas kapal. Suatu pelanggaran disiplin serius harus segera dilaporkan kepada Nakhoda tugas dan tanggung jawab perwira deck, kadet deck dan awak deck register lengkap mengenai lembur dan kerja tambahan yang dilaksanakan oleh perwira deck dan awak kapal, beserta formulir lembur dan kerja khusus Pemeliharaan Mualim I bertanggung jawab atas 1. Pemeliharaan deck meliputi tangki muatan, ruang muat, kamar pompa, kamar mesin kemudi dan kulit kapal, perpipaan dan kamar kipas palkah muatan, kipas kamar pompa dan peranginan, pipa, katup, saringan steam, katup PV, manifold, perlengkapan pencucian tangki, dsb 2. Perawatan dan pemeliharaan alat kerja muatan seperti blok, tali kawat, ganco, pompa muatan, pompa balas, alat ukur tekanan, instrumen dan kelengkapan kendali pompa, katup, dan memastikan bahwa perlengkapan tersebut disimpan dalam kondisi yang aman dan baik dan siap digunakan setiap saat. Seluruh tali kawat, tali, blok dan rantai harus memiliki sertifikat dan Mualim I harus menyelenggarakan arsip yang berisi Sertifikat Alat Bongkar Muat. Mualim I juga bertanggung jawab untuk memutakhirkan Register Rantai Buku Alat Bongkar Muat 1. Pemeliharaan takal dasar, termasuk jangkar dan kabelnya, tali tambat dan khususnya alat pengamannya seperti bilah pengunci, rantai dan tali stopper 2. Pemeliharaan geladak dan menyelenggarakan catatan mengenai pekerjaan yang dilakukan 3. Pemeliharaan perlengkapan akses kapalke kapal dan kapal/darat seperti tangga gangway, akomodasi, jalur setapak, tangga portable, tangga menuju palkah, dsb harus dilaksanakan sesuai rencana sebagai mestinya 4. Pemeliharaan keadaan siaga seluruh sarana penyelamatan diri dan pemadaman kebakaran 5. Semua permesinan dek dan perlengkapan muatan yang cacat harus diperiksa secara langsung oleh Mualim I. Semua kerusakan harus segera dilaporkan kepada Nakhoda 6. Mualim I harus memutakhirkan Sistem Perawatan Terencana /Planned Maintenance System PMS setelah selesai pemeliharaan dan survey/pemeriksaan. 7. Menyelenggarakan dan menyusun Buku Log dan catatan, meliputi a. Inventaris perbekalan deck b. Inventaris Sarana Penyelamatan Diri dan Pemadaman Kebakaran SPD&PK c. Inventaris Perlengkapan Mauatan d. inventaris Suku Cadang Operasi Muatan Mualim I bertanggung jawab atas 1. Perencanaan muatan yang aman dan efisien. Menyelenggarakan ringkasan seluruh muatan yang dimuat selama ia berdinas di kapal dan dilanjutkan oleh Mualim I berikutnya. Informasi dapat diperoleh dari Bill of Lading atau resi mualim/laporan ullage untuk kapal tangki 2. Secara langsung mengawasi persiapan, pemuatan, pengamanan dan pembongkaran muatan berbahaya 3. Menghitung kondisi kapal setelah selesai operasi muatan Kerumah Tanggaan Mualim I harus memastikan dan persediaan deck harus disimpan dengan baik dan mudah diperoleh akomodasi, dapur, toilet, kamar cuci, ruang perbekalan, kabin dan anjungan pemeriksaan harian terhadap semua ruang muat yang dapat dimasuki dan akomodasi. Seluruh mesin derek, pangsi jangkar dan tromol tambat harus dites sebelum memasuki atau meninggalkan pelabuhan Pembelian Perbekalan Rincian kebutuhan perbekalan deck dan perlengkapan muatan harus sesuai dengan Buku Kode IMPA Tugas Rutin Umum I melaksanakan Jaga Navigasi sebagaimana diatur oleh Nakhoda pendugaan tangki dan bilga dilakukan tiap hari dan dicatat dalam Buku Dugaan Checklist Berhenti Berdinas dari Kapal Sign-off Mualim I harus menyiapkan checklist untuk penggantinya pada waktu ia berhenti berdinas. Daftar tersebut harus ditandatangani oleh Nakhoda dan Mualim I yang akan menggantikan. Perincian berikut harus dicatat dalam checklist a .Perbekalan deck dan inventaris cat b. Perlengkapan pengukur muatan kapal tangki c .Dokumen muatan, bagan dan log d .Buku kerja harian, buku sounding/dugaan Inventaris SPD&PK Arsip standar Perusahaan diselenggarakan oleh Mualim 1 Tugas dan Tanggung Jawab perwira Kapal Mualim 1
Mualim II adalah pelaut berlisensi yang bertugas di departemen dek pada kapal niaga.[1] Mualim II adalah jabatan tertinggi ketiga di atas kapal atau keempat di sejumlah kapal samudera dan merupakan salah satu perwira jaga, terutama sebagai navigator kapal. Tugas lain mualim II bervariasi, tetapi mualim II juga kerap menjadi perwira medis[2] dan bertanggung jawab merawat peralatan sinyal bahaya. Pada kapal tanker minyak, mualim II biasanya juga membantu mualim I dalam operasi kargo. Mualim IIKeterangan umumBagianDepartemen dekLokasiDi atas kapalBerlisensiYaTugasNavigator, perwira GMDSS, perwira medisPersyaratanSertifikat Kompetensi Mualim II yang diterbitkan oleh lembaga yang diotorisasi oleh IMODinas jagaJaga lautMualim jaga 0000–0400, 1200–1600Jaga pelabuhanMualim jaga 0000–0600, 1200–1800 Tugas mualim II sebagai navigator fokus pada pembuatan rencana pelayaran kapal. Rencana pelayaran adalah sebuah deskripsi komprehensif dan bertahap mengenai bagaimana rute pelayaran kapal dari satu tempat ke tempat lain. Rencana tersebut meliputi pelepasan dari dok, keberangkatan, rute pelayaran, pendekatan, dan penambatan di pelabuhan tujuan. Tugas mualim II sebagai perwira GMDSS meliputi pengujian dan perawatan, serta memastikan pencatatan yang layak pada peralatan Global Maritime Distress Safety System kapal. Peralatan keselamatan meliputi Emergency Position-Indicating Radio Beacon, sebuah unit NAVTEX, konsol INMARSAT, berbagai radio, Search and Rescue Transponder, dan sistem Digital Selective Calling.
tugas dan tanggung jawab mualim 2